Persami SD Islam Diponegoro: Belajar, Bertumbuh, dan Mengukir Pengalaman dalam Kebersamaan

Surakarta — Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) menjadi salah satu kegiatan yang menghadirkan pengalaman belajar berbeda bagi peserta didik SD Islam Diponegoro. Bukan sekadar bermalam di lingkungan sekolah, Persami menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar hidup mandiri, bekerja sama, menyelesaikan tantangan, membangun keberanian, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Pada tahun 2026, kegiatan Persami SD Islam Diponegoro dilaksanakan dalam dua tahap. Persami tahap pertama diikuti oleh siswa kelas 5–6 putra pada 5–6 September 2026, sedangkan Persami tahap kedua diikuti oleh siswi kelas 5–6 putri pada 25–26 September 2026. Kedua pelaksanaan berlangsung dengan lancar, penuh semangat, dan menghadirkan beragam pengalaman bermakna bagi seluruh peserta.

Memulai Petualangan dengan Membangun Kemandirian

Petualangan dimulai pada Sabtu pukul 13.00 dengan registrasi peserta. Setiap regu yang telah menyelesaikan registrasi menerima perlengkapan tenda dan pasak untuk kemudian mendirikan tempat tinggal mereka sendiri.

Kegiatan sederhana ini menjadi pembelajaran awal tentang kemandirian, tanggung jawab, pembagian tugas, dan kerja sama. Anak-anak belajar bahwa sebuah tenda tidak akan berdiri dengan baik tanpa komunikasi dan kontribusi setiap anggota regu.

Setelah tenda berdiri, kegiatan dilanjutkan dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Bapak Wawan Romansah, M.Pd. selaku Kamabigus Pangkalan SD Islam Diponegoro. Upacara menjadi penanda dimulainya rangkaian Persami sekaligus membangun kesiapan, kedisiplinan, dan semangat peserta untuk mengikuti seluruh kegiatan.

Belajar Siap Menghadapi Bencana

Setelah beristirahat dan melaksanakan salat Asar berjamaah, peserta mendapatkan pengalaman belajar yang sangat dekat dengan kehidupan nyata melalui materi Kesiapsiagaan Bencana yang disampaikan oleh BPBD Kota Surakarta.

Anak-anak diajak mengenal berbagai jenis bencana, memahami langkah-langkah kesiapsiagaan sebelum dan sesudah bencana, serta belajar bagaimana bersikap ketika menghadapi situasi darurat. Pembelajaran semakin menarik karena tidak berhenti pada teori. Peserta juga mengikuti simulasi kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi secara langsung.

Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa kesiapsiagaan merupakan bagian penting dalam kehidupan. Mereka dilatih untuk tetap tenang, memahami tindakan yang tepat, serta memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri dan orang lain.

Malam Kebersamaan yang Hangat dan Berkesan

Setelah menyelesaikan kegiatan sore, peserta bersiap untuk membersihkan diri, melaksanakan salat Magrib dan Isya berjamaah, kemudian menikmati makan malam bersama.


Khusus pada Persami putra, malam dilanjutkan dengan Upacara Api Dharma dan penampilan pentas seni setiap regu. Prosesi Api Dharma berlangsung dengan khidmat. Sepuluh petugas api unggun secara estafet membawa dan menyalakan obor sembari mengucapkan setiap kalimat Dasa Dharma.

Sepuluh obor yang menyala kemudian berpadu menyalakan api unggun. Kobaran api yang semakin besar menghadirkan kehangatan sekaligus menjadi simbol semangat persaudaraan dan kebersamaan. Di tengah suasana malam, wajah-wajah ceria peserta menikmati kebersamaan dalam suasana yang penuh makna.


Setelah prosesi Api Dharma, setiap regu menampilkan kreativitasnya melalui pentas seni. Di sinilah anak-anak mendapatkan ruang untuk berani tampil, mengekspresikan diri, menghargai karya teman, dan membangun kepercayaan diri.

Sementara itu, Persami putri menghadirkan pengalaman yang berbeda namun tidak kalah istimewa.

Menjelajah Langit melalui Pengamatan Bulan Purnama

          


Pada malam Persami putri, peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan pengamatan Bulan Purnama menggunakan teleskop Celestron. Momen ini menjadi semakin istimewa karena pelaksanaan Persami bertepatan dengan waktu ketika Bulan berada pada fase purnama dan memiliki posisi yang memungkinkan untuk diamati.

Setiap regu bergantian mengamati Bulan melalui teleskop. Anak-anak tidak hanya melihat Bulan sebagai benda langit yang tampak indah dari kejauhan, tetapi dapat mengamati permukaannya dengan lebih detail, termasuk kawah-kawah yang terdapat di permukaan Bulan.

Sambil menunggu giliran pengamatan, peserta menyaksikan video tentang NASA dan dunia antariksa untuk memperkaya wawasan mereka mengenai astronomi.

Malam itu menjadi pengalaman belajar yang istimewa: rasa ingin tahu tumbuh melalui pengalaman langsung, ilmu pengetahuan hadir dalam suasana yang menyenangkan, dan langit malam menjadi ruang kelas yang begitu luas.

Setelah pengamatan Bulan selesai, peserta putri melanjutkan kegiatan dengan Upacara Api Dharma dan pentas seni setiap regu.

Istirahat, Ibadah, dan Menata Diri

Setelah seluruh kegiatan malam selesai, peserta membersihkan diri dan beristirahat. Namun, pengalaman Persami belum berakhir.

Pada pukul 03.00 dini hari, peserta kembali dibangunkan untuk melaksanakan salat Hajat dan Tahajud, kemudian dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah.

Rangkaian ini menjadi bagian penting dari Persami SD Islam Diponegoro karena kegiatan kepramukaan tidak hanya membentuk ketangguhan dan kemandirian, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kedisiplinan, kedekatan spiritual, dan pembiasaan ibadah.

Pagi Ceria, Tubuh Sehat, Semangat Kembali

Usai salat Subuh, peserta membersihkan diri dan bersiap mengikuti olahraga pagi. Senam dilakukan dengan penuh keceriaan. Tawa dan semangat anak-anak kembali memenuhi suasana pagi.

Olahraga pagi menjadi sarana sederhana untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun energi positif sebelum peserta menghadapi rangkaian tantangan berikutnya.

Setelah beristirahat sejenak dan menikmati sarapan pagi, seluruh peserta kembali bersiap untuk mengikuti kegiatan yang paling menantang: mencari jejak.

Enam Pos, Enam Tantangan, Satu Semangat Kebersamaan

Mencari jejak membawa setiap regu melewati enam pos dengan tantangan yang berbeda. Setiap pos dirancang untuk melatih kemampuan dan karakter anak melalui pengalaman langsung.

Pos 1 – Kerja Sama Mengisi Botol dengan Spons
Peserta harus bekerja sama memindahkan air menggunakan spons. Permainan ini melatih komunikasi, koordinasi, strategi, dan kekompakan regu.

Pos 2 – Tali Temali
Anak-anak mengasah keterampilan kepramukaan melalui praktik tali-temali. Selain keterampilan teknis, kegiatan ini mengajarkan ketelitian dan kesabaran.

Pos 3 – Sandi Morse
Peserta belajar memecahkan pesan menggunakan sandi Morse. Tantangan ini melatih konsentrasi, daya ingat, kemampuan berpikir, serta ketelitian.

Pos 4 – Peraturan Baris-Berbaris (PBB)
Melalui PBB, peserta belajar tentang disiplin, ketepatan mengikuti instruksi, kekompakan, dan tanggung jawab sebagai bagian dari sebuah kelompok.

Pos 5 – KIM (Kemampuan Indra Manusia)
Peserta diuji melalui kemampuan penglihatan, penciuman, dan peraba. Permainan ini melatih kepekaan pancaindra sekaligus konsentrasi dan daya ingat.

Pos 6 – Permainan Ketangkasan
Pos terakhir menghadirkan tantangan yang menguji ketangkasan dan keberanian. Anak-anak belajar menghadapi tantangan dengan semangat, tidak mudah menyerah, serta memberikan dukungan kepada teman satu regu.

Enam pos tersebut menunjukkan bahwa belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Melalui permainan dan tantangan, anak-anak dapat belajar memecahkan masalah, berkomunikasi, mengambil keputusan, bekerja sama, serta mengembangkan keberanian dan ketangguhan.

Memasak Bersama: Belajar Life Skill dari Pengalaman Nyata


Setelah menyelesaikan seluruh tantangan mencari jejak, peserta melanjutkan kegiatan dengan memasak bersama teman satu regu.

Kegiatan memasak menjadi salah satu pengalaman yang sangat dekat dengan pengembangan life skill. Anak-anak belajar mempersiapkan kebutuhan, berbagi tugas, bekerja secara teratur, menjaga kebersihan, serta bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan kelompok.

Hasil masakan kemudian dinikmati bersama saat makan siang. Makan bersama menjadi momen sederhana yang mempererat kebersamaan sekaligus mengajarkan anak untuk menghargai proses dan usaha yang telah dilakukan bersama-sama.

Menutup Persami dengan Apresiasi

Setelah makan siang, peserta bersama-sama melakukan beres-beres dan mempersiapkan diri untuk pengumuman juara. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta menerima apresiasi atas usaha dan semangat mereka selama mengikuti Persami.

Kemudian, tibalah saatnya anak-anak kembali ke rumah masing-masing.

Persami pun berakhir, tetapi pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh diharapkan terus tumbuh dalam keseharian mereka.

Bukan Sekadar Berkemah, tetapi Belajar Menjadi Pribadi yang Lebih Mandiri

Persami SD Islam Diponegoro menjadi gambaran bahwa pendidikan dapat hadir melalui banyak cara. Di dalam tenda, anak belajar mandiri. Dalam regu, mereka belajar bekerja sama. Saat menghadapi tantangan, mereka belajar pantang menyerah. Saat tampil di depan teman-teman, mereka belajar percaya diri. Saat beribadah bersama, mereka belajar disiplin dan mendekatkan diri kepada Allah. Saat mengamati Bulan dan belajar kesiapsiagaan bencana, mereka belajar memahami dunia melalui pengalaman nyata.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bekal penting bagi tumbuh kembang anak, khususnya dalam membangun life skill, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, kemandirian, kreativitas, kedisiplinan, ketangguhan, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Pada akhirnya, Persami bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, Persami adalah tentang pengalaman yang membentuk karakter, kebersamaan yang menguatkan persahabatan, dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru.

Semoga setiap tenda yang pernah didirikan, setiap tantangan yang berhasil dilewati, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap tawa yang hadir dalam Persami menjadi kenangan indah sekaligus bekal berharga bagi anak-anak SD Islam Diponegoro untuk terus tumbuh menjadi generasi yang mandiri, tangguh, berakhlak, peduli, dan siap menghadapi masa depan.

Persami SD Islam Diponegoro 2026 — Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama, Menjadi Generasi Hebat.

Posting Komentar

0 Komentar